Senin, 08 Juni 2015

Ternyata Cinta

“Aku melakukan semua pintanya namun tidak jarang aku mengumpat dalam hati.”

            Masa itu terlewati begitu cepatnya. Hari yang sekarang terasa begitu jauh meski hanya dalam ingatan. Hari yang tidak pernah akan aku miliki lagi selain dalam kenangan. Semua baik-baik saja dan tidak ada yang berbeda. Seorang anak kecil yang begitu merasakan indahnya hidup di desa. Tidak ada yang lebih indah selain luasnya halaman rumah yang selalu ramai dengan sorak gembira permainan tradisional. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain lumpur-lumpur sisa hujan. Sawah dan pematangnya selalu memberi kesejukan dalam teriknya siang.

            Hari itu aku mulai menyadari, aku tidak lagi sama dengan anak-anak yang lain. Meski masih sama dengan sseragam merah putih. Meski masih sama pulang sekolah bersama. Namun semua mulai terasa berbeda. Bangku kelas terakhir, disanalah semua mulai aku rasa berbeda. Aku mulai merasa berbeda.

Kamis, 21 Mei 2015

Tali Jiwa


Masih aku percayakan padamu
Hati yang pernah terluka karnamu
Raga yang sempat terdera olehmu
Jiwa yang pernah hampa memikirkanmu

Masih aku yakini, tali jiwa ini
Terikat kuat antara kau dan aku
Bahwa masih saling mengerti
Masih saling memahami
Masih bisa saling menjaga
Meski tiada bersua

Senin, 11 Mei 2015

Terlalu Indah

Diam... bukan berart aku tidak melakukan apapun. Bukan berarti tidak ada karya. Dalam diamku aku tetap merangkai cerita.
Jemari tanganku masih setia menekan huruf demi huruf tuk melahirkan sebuah cerita. Imajiku masih memiliki begitu banyak khayalan kreasi dalam berkisah.
Hari-hari yang aku nikmati semakin terasa indah. Kisah-kisah yang mendebarkan dan begitu dramatis juga turut serta hadir menjadi keajaiban hidup.