Selasa, 26 September 2017

Semakin Percaya Diri dengan Mengikuti FLS2N ABK

FLS2N, Surabaya -    Menumbuhkan rasa percaya diri bagi anak berkebutuhan khusus  (ABK) sangat penting untuk terus dilakukan.  Melalui ajang Festival & Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ABK ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri mereka.

Hal tersebut benar-benar dirasakan oleh Ahmad Nasihun salah satu kontingen dari Provinsi Aceh. Menurutnya dengan mengikuti kegiatan kompetisi seperti ini rasa percaya dirinya sebagai tunadaksa terus tumbuh.

Selasa, 19 September 2017

Akhiri dengan Bijaksana

Sesering apapun cerita tentangmu sampai kepadaku. Sesering apapun kita bercakap lewat kata yang tertulis dalam layar. Sesering apapun kita mampu bercanda, berdebat juga berselisih tanpa harus bertatap muka. Sesering apapun rencana bertemu yang pada akhirnya hanya tetap rencana tak terwujud. Takdir memang kadang seperti itu.
Aku buka tiga seri buku catatan harianku. Ketika aku kuliah di Kota Bengawan, ketika aku menelusuri rimba di Negeri Seribu Bukit dan satu lagi catatan ketika berada diantara gedung-gedung pencakar langit Ibu Kota. Ada satu rangkaian cerita yang nyatanya tidak terputus. Ada tulisan yang ingin aku sudahi namun ternyata belum juga selesai.
Malam ini semua catatan itu menjelma dihadapanku seakan meminta untuk dituntaskan. Aku mengerti, sangat mengerti bahwa catatan ini harus terselesaikan segera. Sesegera mungkin, seindah mungkin dengan bijaksana.

Rabu, 02 Agustus 2017

Cerdas, Meski Tanpa Toga

“Kadang tidak semua mimpi harus jadi nyata.
Tidak semua keinginan harus terpenuhi.
Tidak semua harapan akan kita miliki.
Dan tidak semua cita-cita dapat kita raih.”


Januari lalu kedua kalinya aku wisuda. Setelah wisuda sarjana tiga tahun lalu di kampus tempat kita bertemu. Januari lalu pengembaraan membawaku menikmati wisuda di Ibu Kota. Tanah rantau yang katanya menjanjikan banyak untuk masa depan. Kota yang katanya keras. Kota yang katanya tidak yang tidak pernah terlelap.
Bukankah kau pernah punya mimpi untuk S2? Lantas sampai kapan kau akan menunda meraih gelar sarjanamu?
Kau yang membuatku ikut bermimpi. Mengimbangi kawan-kawanku untuk belajar meraih magister atau kelak saat kita bercakap aku mampu mengimbangi. Meski nyatanya saat teman-temanku sudah M.Pd aku baru selesai dengan pendidikan profesi guru. Jalan ini memang sedikit berbeda, tetapi seperti yang kini sering engkau katakan “Apalah arti selembar kertas, ijazah?” kadang juga kau bilang “Apalah arti sebuah gelar.” Kau tidak salah. Kau punya wawasan, kau punya keahlian. Kau cerdas, dan orang-orang mengakui itu.Tetapi setidaknya aku berharap kau punya legalitas atas ilmu yang kau miliki. Sesederhana itu. Sebuah legalitas. Sebuah pengakuan.
Kau bilang nanti, “Saat sudah ada yang nunggu rumah.” Begitu katamu dalam pesan hari itu. Nanti? Nanti yang sampai hari ini masih “nanti” dan akan terus “nanti”. Hingga “nanti” itu akan tetap menjadi “nanti” sampai suatu hari nanti yang entah kapan.