Senin, 23 Mei 2016

Terlanjur Berjanji

Kita sudah terlanjur berjanji untuk tidak saling jatuh cinta disini.
Sesering apapun menghabiskan waktu bersama.
Seberapa sering pun kita saling tertawa.
Kita sudah terlanjur berjanji untuk tidak saling jatuh cinta disini.
Sesering apapun perjalanan mengantarkan pada pertemuan
Seberapa sering pun kita saling melepas bosan.
Kita sudah terlanjur berjanji untuk tidak saling jatuh cinta disini.
Setidaknya kita saling tahu makna pertemuan, arti sebuah kebersamaan
Setidaknya kita saling tahu makna sebuah pengertian, arti sebuah kepedulian
Kita sudah terlanjur berjanji untuk tidak saling jatuh cinta disini

Jakarta, 22 Mei 2016
Ary Pelangi


Kamis, 19 Mei 2016

Jarak

Jarak telah berkisah

Membentang ratusan kilometer, jauh

Tentang hidupmu juga hidupku

Deretan kata tiada lagi indah

Bahkan tiada lagi tampak

Jenuh? Mungkin telah bosan

Haruskah berakhir tanda titik disini?

Selesai

Jakarta, 19 Mei 2016
Ary Pelangi

Selasa, 17 Mei 2016

Pesan-Pesan Senja

Senja selalu memiliki kisahnya. Senja pun tidak pernah kehilangan cintanya. Durasinya mungkin tidak sebanyak pagi. Dia terlalu singkat, seperti fajar yang memaksa bergegas untuk bangun. Senja, senja dan senja. Senja selalu menawan membingkai kisahnya. Selalu istimewa dimata pemilik cinta. Senja memiliki caranya sendiri untuk selau romantis. Begitulah senja. Senja yang selalu ada banyak kata untuk melukiskannya. Terlalu banyak warna untuk menyempurnakannya.
            Senja memang selalu membuatku terpesona. Mungkin karena terlalu banyak warna yang tidak sanggup aku pilih untuk menyempunakannya. Hingga esok aku akan kembali termenung menatap senja dengan cahaya jingganya.
            Kisah ini tentang senja yang selalu menawarkan kenyaman. Senja yang jingga mendekap kedamaian. Senja yang selalu aku nikmati dengan kesederhanaan cinta. Dimana seua cukup dengan keramahan, kebersamaan dengan bumbu tawa. Namun malam merenggut segalanya. Mengambilnya begitu saja. Membuatku tidak berdaya, bahkan hanya untuk sebuah kata, “Tidak.”
            Malam yang tidak begitu jauh dari senja menggambil segalanya. Membuatku kehilangan kata tentang betapa indahnya senja. Kedatangan yang membuatku mengutuk malam karena ketidakberdayaan. Kesempurnaan senja yang hilang. Romantis yang begitu saja terkikis habis. Begitu saja dingin menjadikan beku. Itulah kesempurnaan senja yang sesungguhnya. Ketika semuanya sudah berakhir dengan kata cukup namun sebenarnya tidaklah cukup.