Rabu, 06 Juli 2016

Tentang Sebuah Doa

Aku terbangun sebelum fajar menyapa. Kutahu akan doa-doa yang sering terucap untuk kehidupan dibalik Lawu. Kenyamanan yang lama aku jalani, juga kebersamaan yang baru aku nikmati. Pada akhirnya terucap jadi satu. Memperjuangkan atau mengikhlaskannya.  Dan doa-doa mulai menemukan jawabannya. Aku tidak akan menyesal bila yang aku lepaskan menjadi lebih baik dan yang aku perjuangkan semakin rumit. Terimakasih kehidupan, aku yakin suatu saat nanti masing-masing dari kami akan menemukan yang terbaik.
Setidaknya diri ini sadar tentang apa yang terucap dalam doa usai kewajban lima waktu. Sering pula aku mengucapnya disela-sela adzan dan iqamah. Semoga doa itu akan terkabul. Tentang nama yang sudah begitu lama ada dalam rentetan kata. Juga tentang kebersamaan yang kini entah apa namanya. Setahuku semua tidaklah asing hanya saja terlalu istimewa untuk terus dibandingkan. Semakin aku mencari kesempurnaan diantaranya semakin aku menemukan celah yang semakin jauh dari sempurna.
Hingga disuatu malam di bulan Ramadhan aku tertunduk dalam diam. Memutar rekaman jejak yang pernah terpotret di lereng Lawu. Rintikan hujan kota bengawan juga senja yang mendekap kegelisahan. Apalagi selain pertengan yang tidak pernah berakhir hingga akhirnya telah begitu saja terlupa? Sebuah kenangan yang sengaja aku putar, aku alirkan bersama air dari kelopak mata. Jejak kenangan itu sengaja aku hadirkan agar aku tahu seberapa indah kenangan itu.
Kapan?

Senin, 13 Juni 2016

Goresan si Patah Hati



Ramadhan selalu datang dengan cinta.
Kenangan juga kisah pengiringnya.
Tiga liter telah tumpah di senja hari.
Habis? Tidak!
Aku hanya menumpahkannya.
Menyiapkan ruang kosong agar terisi.

Tiga liter telah tumpah di senja hari.
Sengaja memang, sengaja.
Melunturkan bekas hujan yang tak jadi.

Tiga liter telah tumpah disenja hari.
Mengantarkan kilat yang tiada bercahaya.
Menghapus guntur yang senyap menggelegar.

Ramadhan selalu datang dengan cinta.
Jika hanya tiga liter yang tumpah apa ruginya.
Mungkin esok, lusa atau suatu hari nanti
Meski ribuan liter telah tumpah
Pada akhirnya hanya akan tersisa satu liter.

Jakarta, 11 Juni 2016

Ary Pelangi

Senin, 23 Mei 2016

Terlanjur Berjanji

Kita sudah terlanjur berjanji untuk tidak saling jatuh cinta disini.
Sesering apapun menghabiskan waktu bersama.
Seberapa sering pun kita saling tertawa.
Kita sudah terlanjur berjanji untuk tidak saling jatuh cinta disini.
Sesering apapun perjalanan mengantarkan pada pertemuan
Seberapa sering pun kita saling melepas bosan.
Kita sudah terlanjur berjanji untuk tidak saling jatuh cinta disini.
Setidaknya kita saling tahu makna pertemuan, arti sebuah kebersamaan
Setidaknya kita saling tahu makna sebuah pengertian, arti sebuah kepedulian
Kita sudah terlanjur berjanji untuk tidak saling jatuh cinta disini

Jakarta, 22 Mei 2016
Ary Pelangi