Postingan

Diam

Pelangiku... Diammu begitu beku Diammu terasa kaku Diammu ... Aku tak suka kau seperti itu Pelangiku.... Diammu yang aku tidak mengerti Aku mengerti harus bagaimana Cukuplah bagiku tuk ikut diam Menyatu dalam kebekuan diammu ----0---- Umi Satiti @ Ponorogo 1 Februari 2012

Hanya Mimpi Saja

Gambar
Mungkinkah aku terlalu jauh bermimpi? Aku tahu mimpi ini jauh diawang Tapi aku awalnya optimis Aku percaya aku mampu menggapainya Bahkan bila harus aku benturkan dengan yang lain Aku yakin bisa menggapainya Sangat yakin memang Aku juga sudah berusaha Aku menjalaninya dengan optimal Sudah maksimal aku berusaha Tapi mengapa? Sakit rasanya... Ketika kenyataan tidak seperti harapan "Apa ini?" batin hatiku ----0---- Umi Satiti @ Karanganyar 17 Januari 2012

Berhentilah Menulis Luka

Gambar
Disinilah engkau menjalani hari-harimu Bersama mereka yang engkau sayang Bukannya aku egois Bukannya aku tidak memikirkanmu Bisinilah engkau mengawali langkahmu Menjalani hari yang tak pernah engkau pahami Sejak kuputuskan dengan impianku Melangkah untuk harapan masa depanku Aku tahu engkau menangis cinta Aku melihat air mata juga sedihmu Berhentilah menulis luka Karena itu membuatku semakin sakit Berhentilah menangis Air matamu membuat aku kecewa Kau putuskan tuk tetap tinggal Aku tahu itu berat untukmu cinta Aku tahu ini tak mudah bagimu Tapi aku selalu percaya engkau bisa Dan tentang pelangi itu Imajinasikan saja dalam mimpimu Bangun! Bangun dari mimpi kosongmu! Engkau bisa cinta Engkau bisa Maafkan aku cinta Tak bisa aku menjanjikan apapun Tidak satupun janji akan terucap perahu untuk cinta ---0--- 16 Januari 2012 Ary_Pelangi Kota Negeri Khayalan

Tentang Capung yang Terbang

Gambar
Masih ada keinginan yang belum bisa aku wujudkan bersamamu. Masih ada harapan akan terwujud sebenarnya. Tapi mengapa aku belum bisa mewujudkannya? Sahabat, maafkan aku. Bukannya aku tidak bisa mengambil sikap. Hanya saja masih banyak yang membuatku sulit untuk menerima semua ini. Meski engkau sudah meyakinkan aku. Meski engkau percaya padaku. Bodohkah aku yang mengabaikan semua itu darimu? Aku punya cerita untukmu. Kemarin aku melihat begitu banyak capung di sawah depan rumah. Engkau tahu itu indah sekali. Sudah bertahun-tahun aku tidak melihatnya. Mereka terbang bersama-sama dari selatan menuju utara. Apa yang mereka cari? Apa kau tahu? Aku tidak tahu apa yang mereka inginkan. Orang-orang desa bilang itu sebuah pertanda. Aku tersenyum saja. Bukankah apa yang ada di alam ini adalah tanda kebesaran Allah? Bagi mereka yang beriman pada-NYA.  Sesaat kemudian awan hitam begitu pekat menutup sinar matahari. Anak kecil berlarian ke dalam rumah. Angin sudah mulai memberi rasa

Mutiara Hari ini

Jangan salhkan orang lain bila kau terluka Jangan salahkan dirimu jika kau kecewa Jangan cari siapa yang salah Tapi... Sembuhkanlah lukanya bila kau dapati orang disekitarmu terluka Hapuskanlah kecewamu dan ikhlaskan apa yang telah terjadi ---0--- 110112 Ary_Pelangi Kota Negeri Khayalan

Surat untuk Keluargaku

Gambar
#memory 1 Januari 2012 hanya tertulis dalam kertas surat untuk keluargaku Bicarapun aku tak mampu Terlebih dihadapanmu yang aku sayangi Untuk mengungkapkan semua ini Hingga semuanya hanya bisa aku tulis Dalam lembaran pelangiku Jangan marah, Terlebih memintaku untuk bicara Surat cinta ini untukmu Warna dalam pelangiku Sendiri di Rumah Sendiri. Sendiri dalam ruang yang sempit dan penuh dengan kertas-kertas. Di depanku ada begitu banyak lembaran koran yang serantakan. Sengaja tidak aku rapikan. Aku biarkan saja semua berantakan. Kertas-kertas yang entah masih terpakai atau tidak. Spidol yang tercecer dilantai. Juga stempel yang keluar dari tempatnya. Di pojok  ruangan itu sebuah meja berdiri dengan angkuhnya. Aku lihat kalender kata motivasi yang ditulis teman-temanku. Meja itu, penuh dengan lembaran kertas juga. Sengaja aku tidak menyusunnya. Aku tahu masih banyak sebenarnya surat-surat yang harus aku rapikan. Tapi sudahlah. Di luar sana hujan

Selembar Kertas Usang "Aku Marah"

Tertulis dalam selembar kertas usang. Aku tidak tau dari mana datangnya kertas itu. Yang aku tahu saat aku membacanya. Entah itu tulisan siapa, Tapi sepertinya goresan pena itu tidak asing bagiku. Siapapun pemilik tulisan ini aku percaya dia ingin berbagi. Tapi dia tidak bisa mengungkapkannya. Maaf bila aku menuliskannya disini. Aku berharap tulisan ini sampai pada orang yang kau tuju. Aku sudah merobek kertas itu. Aku akan membakarnya. Hingga tidak ada saksi atas perasaan marahmu. Agar tidak ada yang terluka karenanya. Kau tidak sendirian. Karena kau juga arus tau. Bukan luka yang ingin dia beri  untukmu. Tapi ini adalah pembelajaran. Maka dari tiu izinkanlah aku berbagi.  Aku ingin berbagi dalam cerita bersamamu sahabat. Karena aku percaya pelangi akan selalu memberi warna 09 Januari 2012.