Untuk Cintaku Cinta…. Hadirnya membuatku bahagia Membawa diriku mengarungi samudra kehidupan Menemani diriku menentang deburnya ombak Menuntun diriku menghindari tingginya karang Dan membawaku ke dermaga keindahan Cinta… Apa yang bisa kuberi untukmu? Setelah perjalanan panjang kau temani aku Apa yang bisa ku lakukan? Setelah waktu yang kita lalui Cinta… Katakan padaku Sesuatu tentang perjalanan ini Jangan hanya diam membisu Aku tak mengerti dirimu Cinta… Haruskah aku membencimu? Menghilangkan semua kenangan yang tlah terlanjur terukur Menghapus bahagiaku dan mengganti dengan tangisku Cinta… Kalau begitu maumu Biar kulupakan saja dirimu Cinta… Ku hanya ingin kau tau Kaulah nahkoda di perahu cinta ini Yang kini karam di tengah samudra Yang hanya menyisahkan puing-puing harapan Dan entah sampai kapan harus tanpa kepastian 071209 Umi Satiti Special for Fa
Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus dengan Rasa Syukur: Tantangan yang Berbuah Manis
Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus dengan Rasa Syukur: Tantangan yang Berbuah Manis Menjadi guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan sebuah anugerah tersendiri. Mengajar anak-anak berkebutuhan khusus bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati yang memerlukan kesabaran, ketulusan, dan komitmen. Setiap anak memiliki tantangan unik yang membutuhkan pendekatan personal, dan sebagai guru, kita diajak untuk beradaptasi dan merangkul perbedaan ini dengan penuh rasa syukur. Mengajar dengan rasa syukur berarti menerima setiap proses dengan hati lapang, menghargai setiap pencapaian kecil, dan mengakui bahwa setiap langkah yang mereka ambil adalah sebuah kemenangan. Di tengah proses yang mungkin lambat dan penuh tantangan, rasa syukur membuat kita tetap teguh dan mampu melihat sisi positif dalam setiap situasi. Ketika seorang anak berhasil mengeja kata pertamanya atau merangkai kalimat sederhana, itu adalah momen berharga yang harus disyukuri. Salah satu kunci utama dalam mengajar anak...
Komentar